Sebagian besar power meter di pasar mengukur sejumlah besaran yang sama, sehingga perbandingan spesifikasi jarang membedakan keduanya. Yang benar-benar membedakan keduanya adalah perilakunya di ujung-ujung rentang dan apakah nilai akurasi pada datasheet berlaku untuk pengukuran yang akan dilakukan.
Urutan di bawah ini adalah urutan yang mencegah hasil yang paling umum terjadi: membeli meter yang mengukur segalanya kecuali angka yang diminta laporan uji.
1. Tentukan pengukurannya sebelum menentukan instrumennya
Tuliskan besaran yang harus ada di laporan uji. Pengujian parameter listrik umumnya memerlukan tegangan, arus, daya aktif dalam watt, faktor daya, dan frekuensi, ditambah daya tampak dan daya reaktif bila bebannya tidak murni resistif. Akumulasi energi dan waktu berjalan diperlukan setiap kali konsumsi selama satu siklus menjadi objek pengujian.
Daftar ini penting karena instrumen yang menampilkan daya sesaat belum tentu mengintegralkan energi. Bila laporan meminta angka dalam kilowatt-jam, fungsi akumulasi harus dikonfirmasi, bukan diasumsikan.
- Tegangan dan arus - dua besaran primer tempat semua angka lain diturunkan.
- Daya aktif dalam watt, ditambah daya tampak dan daya reaktif bila bebannya tidak resistif.
- Faktor daya, yaitu rasio yang menunjukkan seberapa jauh beban menyimpang dari nilai satu.
- Frekuensi, serta akumulasi energi dan waktu berjalan ketika yang diukur adalah konsumsi.
- Fungsi maksimum atau tahan nilai ketika perilaku lonjakan arus awal atau perilaku puncak menjadi bagian dari pengujian.
2. Tetapkan kelas akurasi, dan ketahui acuannya merujuk ke apa
Angka akurasi tidak berarti apa-apa tanpa standar di baliknya dan tanpa kondisi berlakunya. Instrumen yang dinyatakan pada kelas akurasi 0,2 dan instrumen yang dinyatakan dengan ±0,2 persen belum tentu menyampaikan klaim yang sama, karena yang pertama merujuk pada kelas yang didefinisikan dalam sebuah standar, sedangkan yang kedua adalah batas kesalahan yang harus menyebut acuannya - nilai baca, skala penuh, atau rentang.
Ketika sebuah toleransi sedang dinilai, aturan praktisnya adalah instrumen pengukur harus beberapa kali lebih akurat daripada toleransinya sendiri. Menguji produk dengan toleransi lima persen memakai meter dengan kesalahan satu persen menyisakan sangat sedikit kelonggaran, begitu ketidakpastian meter ikut dimasukkan ke dalam hasil yang dilaporkan.
3. Periksa ujung bawahnya, bukan nilai maksimumnya
Rentang maksimum yang lebar adalah keunggulan pemasaran sekaligus kelemahan teknis. Instrumen yang mencakup rasio sangat besar biasanya mengorbankan resolusi di ujung bawah rentang untuk mencapainya, dan ujung bawah rentang itulah tempat pekerjaan pengujian modern sebenarnya berlangsung: konsumsi siaga, rugi tanpa beban, dan arus diam semuanya diukur pada pecahan kecil dari nilai maksimum instrumen.
Khusus untuk Pengujian catu daya, angka siaga dan angka beban penuh biasanya dilaporkan dari susunan pengujian yang sama. Hal itu menempatkan dua tuntutan yang saling bertentangan pada satu instrumen, sehingga arus terkecil yang masih dapat diukur layak mendapat perhatian sebanyak arus terbesar.
- Pastikan arus terkecil yang masih mampu diurai instrumen sambil tetap mempertahankan akurasi yang dinyatakan.
- Periksa apakah instrumen berpindah rentang secara otomatis, dan bagaimana nilai baca berperilaku saat melewati perpindahan rentang.
- Bila yang diukur adalah keluaran DC pada adaptor, pastikan instrumen menerima masukan DC maupun AC.
4. Pastikan prinsip pengukuran cocok dengan bentuk gelombangnya
Tegangan dan arus pada catu daya mode-sakelar dan beban yang dikendalikan fasa tidak sinusoidal. Instrumen true-RMS mencerminkan efek pemanasan nyata dari bentuk gelombang; instrumen pendeteksi nilai rata-rata dikalibrasi untuk gelombang sinus dan akan melaporkan terlalu rendah pada sinyal yang terdistorsi.
Bila bebannya adalah penggerak frekuensi variabel, lebar pita menjadi spesifikasi yang menentukan. Instrumen yang mengintegralkan selama periode yang lebih panjang daripada siklus pensakelaran penggeraknya menghasilkan nilai baca yang stabil tetapi salah secara sistematis, dan kesalahannya membesar seiring keluarannya semakin terdistorsi.
5. Selaraskan antarmuka dengan cara hasil itu dipakai
Nilai baca yang harus ditranskripsi dengan tangan pada akhirnya akan salah ditranskripsi. Bila hasil masuk ke laporan uji, catatan kualitas, atau basis data produksi, antarmuka komunikasi adalah sebuah persyaratan, bukan tambahan opsional.
| Antarmuka | Di mana penerapannya |
|---|---|
| RS232 | Sambungan titik-ke-titik ke PC atau controller uji. Umum sebagai antarmuka standar pada power meter bangku uji. |
| RS485 | Bus serial dengan banyak percabangan, cocok ketika beberapa instrumen berbagi satu jalur kabel atau jaraknya panjang. |
| Modbus RTU | Protokol serial yang dapat berjalan di atas RS232 maupun RS485, sehingga sistem induk dapat memberi alamat pada instrumen dan membacanya. |
| Keluaran relai atau peringatan | Kontak pensakelaran yang diaktifkan oleh suatu batas nilai, dipakai untuk menandai lolos atau tidak lolos tanpa perangkat lunak. |
6. Tetapkan fakta mekanis dan fakta pemasangannya
Instrumen bangku uji dan instrumen yang dipasang di panel adalah produk yang berbeda meskipun bagian elektronikanya identik. Pastikan dimensinya, lubang panel bila unit akan dipasang di dalam konsol, tegangan catu yang benar-benar tersedia di stasiun uji, dan apakah unit itu akan dioperasikan di bangku uji atau dipasang tetap pada peralatan.
Yang juga layak dipastikan adalah bagaimana pengkabelan instrumen ke susunan pengujian. Meter yang mengukur beban dan sumber melalui pasangan terminal yang terpisah dipakai secara berbeda dari meter yang mengalirkan arus beban melewati instrumennya, dan diagram pengkabelannya harus dipahami sebelum bangku uji dirakit, bukan sesudahnya.